Sabtu, 21 April 2012

Ayah

Setiap orang datang dan pergi atas kehendak-Nya
Kehilangan itu pasti
Tapi bukan ratapan kesedihan yang diharapkan oleh-Nya
Seberapa tegar dan sabar kita untuk tetap bertahan
Bukan menyerah pada takdir, tapi mengambil setiap pelajaran kehidupan dan bangkit untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Seperti kata ayah, hidup ini memang susah. Jangan berharap kebahagiaan di dunia ini. semua hanya sementara. Yang abadi adalah di akhirat kelak.

Ayah, setiap nasihat dan kata-katamu akan selalu tersimpan dalam memori. Kau tak pernah pergi ayah, kau selalu ada dalam hati kami.

Detik terakhir itu, saat ayah menghembuskan nafas terakhirnya di hadapanku, tak kan pernah terlupakan.

Semoga kita bisa bertemu kembali :)


Menanti Pelangi

Langit cerah itu telah berganti kelabu
Hujan turun semakin deras dari hari ke hari
Badai datang silih berganti
Tapi aku tetap berdiri
Berdiri dengan keteguhan hati

Sesekali ku jatuh tersungkur
Tapi ku coba bangkit kembali
Merangkak menapak liku demi liku
Menatap cahaya terang di ujung bukit

Ku yakin badai ini kan berlalu
Langit gelap ini akan berangsur terang
Dan kelak diikuti hiasan pelangi
Hujan deras ini akan berhenti
Senyum itu akan kembali :)

Rabu, 29 Februari 2012

salahkah aku

dahulu kamulah alasanku tersenyum. namun sekarang, kamulah alasan aku merindukan senyum bahagiaku.
dahulu kamulah yang menghapus air mataku, sekarang kamulah alasanku menangis
dahulu kamulah tempatku bersandar, kini kamulah yang membuatku jatuh

kebahagiaan yang dulu kini telah sirna
senyumku yang dulu tak pernah tampak lagi
kau pergi
pergi bersama perempuan lain

dan aku di sini
masih di sini
masih menyayangimu

salahkah aku pernah menyayangimu begitu dalam? dan masih tetap menyayangimu
apakah ini kesalahan terbesar dalam hidupku?

Selasa, 24 Januari 2012

suatu hari

hujan. setiap sore hujan selalu turun. musim hujan. ada sebagian orang yang menantikan hujan, dengan berbagai alasan. alasan yang terkadang konyol, tidak amsuk akal. aku menyukai hujan. aku suka berdiri di bawah hujan. pikiranku selalu tenang. aku suka bau hujan. aku bisa berteriak di antara dentuman petir. aku bisa menangis tanpa seorangpun yang tahu. hujan. indah, tapi terkadang menyeramkan. hujan senja kala itu, sungguh mimpi buruk. hari yang ku nantikan sejak beberapa bulan yang lalu berakhir dengan tangis. tak ada yang bisa diperbuat. sudah tak ada yang tak bisa diubah. menyedihkan, sangat. tapi inilah hidup. ada tangis, ada tawa. dan aku selalu percaya. suatu hari nanti akan ada tawa yang menggantikan tangis ini. suatu hari nanti mimpi buruk ini akan benar2 terkubur. suatu hari nanti, dia akan datang kembali.
tak ada salahnya berharap. karena di dunia ini tak ada yang tak mungkin. kebahagiaan begitu cepat berlalu, dan kelak akan kembali lagi. suatu hari nanti :)

Senin, 23 Januari 2012

Dia yang terbaik

Saat itu..
Aku menemukannya, akhirnya aku menemukan orang yang bisa membawaku pergi dari masa kelamku. masa kelam yang terus menghantuiku. lelaki itu, lelaki yang sanggup mengentas seluruh beban di pundakku, di sisinya aku bisa tertawa, aku selalu bisa tersenyum, aku bisa menangis, aku bisa menjadi diriku sendiri. di dalam diri pria itu aku melihat perjuangan, kesungguhan, dan ketulusan. kala itu, dia tidak pernah menyerah, dia sangat gigih mendapatkan hatiku. tak peduli dia tersakiti oleh ocehanku tentang mantan-mantanku. dan pada akhirnya, dia berhasil. sesungguhnya dari awal dia sudah berhasil, hanya saja aku belum sepenuhnya yakin dengan perasaanku. dia sungguh meyakinkanku, dia tidak main-main.
sangat bodoh, apa yang dia harapkan dari gadis sepertiku. mengapa dia tetap setia menantiku saat itu? mengapa dia rela tersakiti olehku? bodoh membiarkan dirinya sendiri tersakiti. sangat tidak adil baginya. sungguh, maafkan aku mas.
lelaki itu mengajariku arti hidup, dia mengajariku untuk menjadi gadis yang kuat. gadis yang tegar. pengalaman-pengalamanku bersamanya membuatku semakin dewasa. bagaimana menghargai hidup, menyayangi seseorang setulus hati, arti pengorbanan untuk orang yang kita sayangi, kesederhanaan. kebahagiaan.
21 bulan 22 hari bukanlah waktu yang singkat. aku menyukai setiap hal yang ada dalam dirinya. cara dia menyayangiku, menjagaku, mengkhawatirkanku, membuatku tersenyum, merepotkanku, membahagiakanku. aku menyukai pandangan penuh kasih sayangnya, tatapannya saat marah, dan mata coklatnya yang berbinar-binar saat tersenyum. senyum yang indah, yang selalu ku rindukan.
kini, dia sedang berkelana, mencari apa yang dicari. terbanglah merpatiku, terbanglah dengan keanggunanmu, terbanglah bebas sesukamu, gapai mimpimu. jika kau sudah lelah terbang dan ingin kembali, kau tahu kemana harus datang. dengan segenap kekuatanku, aku akan tetap di sini, menanti.

aku tidak percaya akhirnya aku menuliskannya.tak peduli orang berkata apa, dalam lubuk hatiku yang terdalam, kaulah yang terbaik yang pernah ku miliki.

terkadang menjadi bodoh tak apa, diperbudak, tersiksa, asal orang yang kita sayangi tersenyum bahagia. mereka menyebutnya pengorbanan :)

Perih

Cinta. Kata itu merupakan kata yang cukup sakral bagiku, dalam pandangan seorang gadis yang sesungguhnya tak mengerti betul apa arti kata itu. Mereka mengatakan bahwa cinta membawa kebahagiaan. Cinta ank muda, semu, hanya sesaat. Apakah ada cinta yang sesungguhnya di dunia ini. bagiku kini, cinta dengan lawan jenis hanya menyakiti. Dunia ini penuh dengan sandiwara. Kita tak pernah tahu siapa yang jujur dan siapa yang tidak. Mungkin saat ini aku sedang berada di titi terendah dalam hidupku. Pahit, sakit, perih, terus menghantuiku. Rasanya seperti ada yang mencekik, tidak bisa bernafas bebas. Rasanya masa depanku buram. Rasanya aku sudah tidak tahu apa lg yg harus ku kerjakan di dunia ini. Dia, sebagian besar dari hidupku, kini telah pergi. Pergi menemukan kebahagiaannya sendiri. Dia, semangat hidupku, kini telah pergi menemukan cintanya yang lain. Tidak pernah, belum pernah ada yang sepahit ini sebelumnya. Setiap pagi saat membuka mata, aku selalu berharap ini semua hanya mimpi buruk, aku selalu berharap ini hanya mimpi. Tapi tidak, inilah kenyataan. Kenyataan hidup. Rasanya baru kemarin dia mengecup keningku, sekarang dialah alasanku menangis. Rasanya baru kemarin dia mengucap janji setia, sekarang dia meminta janji itu dilupakan.

Senin, 21 November 2011

Jika dalam cintamu,
hatimu lebih sering terluka
daripada digembirakannya,
maka lepaskanlah dia
dari genggaman penuh khawatirmu.

Jika dia memang cinta sejatimu, 
dia akan kembali sebagai belahan jiwa
yang memuliakanmu.

Tapi jika dia tak pernah kembali,
maka memang dari awal
dia tak pernah direncanakan bagimu.

Hapuslah sedihmu, indahkanlah dirimu,
dan harumkanlah ruang tamu di hatimu
bagi cinta yang baru.

Mario Teguh


Namun jika aku sudah berusaha melepasnya dan merelakannya tetapi dia tak mau melepasku, apa yang harus ku lakukan? Sungguh, sedih dan sakit terus membayangi hari-hariku. Rasa sayang yang sedikit demi sedikit menggerogoti batinku. Aku tak tahu berapa lama lagi aku sanggup bertahan. Kapan kau akan mengerti semua ini, semua derita dan sakit ini. bahkan menolehku untuk sekedar tau kabarku saja tidak. Aku sungguh merindukanmu, kapan kau menyadari kesungguhan kata-kata itu.